- Arthur Samuel
- Muhammad Budi Prayoga
- Muhammad Arief Wibisono
- Muhammad Eka Putra J
Di blog ini kami akan membahas seputar Kabupaten Bandung .. yang dimana ini adalah tugas dari guru kami yang bernama Bpk. Lilik
Kabupaten Bandung adalah sebuah kabupaten di Tatar Pasundan, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Soreang.
Luas
|
: 1.762,39 km2
|
Populasi
|
|
- Total
|
: 3.178.543 jiwa (2010)
|
- Kepadatan
|
: 1.803,54 jiwa/km2
|
Demografi
|
|
- Bahasa
|
: Sunda, Indonesia
|
- Kode
area telepon
|
: 022
|
Pembagian administrative
|
|
- Kecamatan
|
: 31
|
- Kelurahan
|
: 278
|
- Situs web
|
|
Batas wilayah
Utara
|
: Kabupaten Bandung
Barat, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang
|
Selatan
|
: Kabupaten Garut
dan Kabupaten Cianjur
|
Barat
|
: Kabupaten Cianjur
|
Timur
|
: Kabupaten Garut
|
Sebagian besar wilayah Kabupaten Bandung adalah pegunungan. Di antara puncak-puncaknya adalah: Sebelah utara terdapat Gunung Bukittunggul (2.200 m), Gunung Tangkubanperahu (2.076 m) di perbatasan dengan Kabupaten Purwakarta. (keduanya kini termasuk dalam wilayah Kabupaten Bandung Barat). Sedangkan di selatan terdapat Gunung Patuha (2.334 m), Gunung Malabar (2.321 m), serta Gunung Papandayan (2.262 m) dan Gunung Guntur (2.249 m), semuanya di perbatasan dengan Kabupaten Garut
Nah berikut lambang / logo kabupaten bandung beserta keterangan yang ada gan ..
Lambang Kabupaten Bandung
Lambang berbentuk perisai terbagi atas empat bagian, yaitu :
I. Bagian kanan atas berlatar kuning
emas
Dengan gambar gunung (Gb. Tangkuban
Perahu) berwarna hijau, melambangkan bahwa Kabupaten Bandung termasyhur karena
tanahnya yang subur di daerah bergunung-gunung, dan sebagai ciri memiliki
gunung Tangkuban Perahu yang sangat terkenal dengan legenda Sangkuriang.
II. Bagian melintang bergerigi
Merupakan bentuk bendungan kokoh
kuat berwrna hitam. Melambangkan masyarakat Kabupaten Bandung memiliki
pendirian yang kokoh dan kuat, baik secara fisik dalam membendung hawa nafsu.
III. Pohon kina berwarna hijau dan berlatar belakang merah
Melambangkan di Kabupaten Bandung kaya akan air, baik air maupun air danau. Kabupaten Bandung di lintasi oleh sungai Citarum, sungai Cikapundung, dab sungai-sungai kecil lainnya. Kabupaten Bandung danau/situ Patengang, Situ Cileunca, Situ Lembang, Situ Ciburuy, dan danau-danau lainnya.
IV. Dibawah perisai tertulis dalam
pita kuning : REPEH RAPIH KERTARAHARJA
Artinya :
- REPEH : Suasana kehidupan yang aman dan tentram.
- RAPIH
: Suasana kehidupan yang rukun dan tertib dalam lingkungan yang bersih,
sehat dan asri. - KERTARAHARJA : Tatanan kehidupan yang sejahtera
lahir dan batin secara seimbang,
serasi adil dan merata.
Nah ngomong ngomong soal sejarahnya sendiri itu panjang banget jadi kalo diringkas bisa kurang pengetahuan hehehe .. Oke kita dapet infomasai sejarah Kab.Bandung dari mastah Wikipedia
Oke mari baca gan ...
Sejarah Kabupaten Bandung
Makam para bupati Bandung (tahun
1918)
Kabupaten Bandung lahir melalui
Piagam Sultan Agung Mataram,
yaitu pada tanggal 9 bulan Muharram tahun Alif atau sama dengan hari sabtu
tanggal 20 April 1641 Masehi. Bupati pertamanya
adalah Tumenggung
Wiraangunangun (1641-1681 M). Dari bukti sejarah tersebut ditetapkan
bahwa 20 April sebagai Hari Jadi Kabupaten Bandung. Jabatan bupati kemudian
digantikan oleh Tumenggung Nyili salah seorang putranya. Namun Nyili tidak lama
memegang jabatan tersebut karena mengikuti Sultan Banten. Jabatan bupati
kemudian dilanjutkan oleh Tumenggung Ardikusumah, seorang Dalem Tenjolaya
(Timbanganten) pada tahun 1681-1704.
Selanjutnya kedudukan Bupati
Kabupaten Bandung dari R. Ardikusumah diserahkan kepada putranya R. Ardisuta
yang diangkat tahun 1704 setelah Pemerintah Hindia Belanda
mengadakan pertemuan dengan para bupati se-Priangan di Cirebon. R. Ardisuta (1704-1747) terkenal dengan nama
Tumenggung Anggadiredja I setelah wafat dia sering disebut Dalem Gordah.
sebagai penggantinya diangkat putra tertuanya Demang
Hatapradja yang bergelar
Anggadiredja II (1707-1747).
Pada masa Pemerintahan Anggadiredja
III (1763-1794) Kabupaten Bandung
disatukan dengan Timbanganten, bahkan pada tahun 1786 dia memasukkan Batulayang
ke dalam pemerintahannya. Juga pada masa Pemerintahan Adipati Wiranatakusumah
II (1794-1829) inilah ibu kota Kabupaten
Bandung dipindahkan dari Karapyak (Dayeuhkolot)
ke tepi sungai Cikapundung atau alun-alun Kota Bandung sekarang.
Pemindahan ibu kota itu atas dasar perintah dari Gubernur Jenderal Hindia
Belanda Daendels tanggal 25 Mei 1810, dengan alasan daerah baru
tersebut dinilai akan memberikan prospek yang lebih baik terhadap perkembangan
wilayah tersebut.
Raden Aria Adipati Wiranatakusumah
IV (masa jabatan 1846-1874) dan pengikutnya (sekitar tahun 1870)
Setelah kepala pemerintahan dipegang
oleh Bupati Wiranatakusumah IV (1846-1874), ibu kota Kabupaten
Bandung berkembang pesat dan dia dikenal sebagai bupati yang progresif. Dialah
peletak dasar master plan Kabupaten Bandung, yang disebut Negorij Bandoeng.
Tahun 1850 dia mendirikan pendopo Kabupaten Bandung dan Masjid Agung. Kemudian
dia memprakarsai pembangunan Sekolah Raja (Pendidikan Guru) dan mendirikan
sekolah untuk para menak (Opleiding School Voor Indische Ambtenaaren). Atas
jasa-jasanya dalam membangun Kabupaten Bandung di segala bidang dia mendapatkan
penghargaan dari Pemerintah Hindia Belanda berupa Bintang Jasa, sehingga
masyarakat menjulukinya dengan sebutan Dalem Bintang.
Di masa pemerintahan R. Adipati
Kusumahdilaga, rel kereta api mulai dibangun, tepatnya tanggal 17 Mei 1884. Dengan masuknya rel kereta
api ini ibu kota Bandung kian ramai. Penghuninya bukan hanya pribumi, bangsa
Eropa, dan Cina pun mulai menetap di ibu kota, dampaknya perekonomian Kota
Bandung semakin maju. Setelah wafat penggantinya diangkat R.A.A. Martanegara,
bupati ini pun terkenal sebagai perencana kota yang jempolan. Martanegara juga
dianggap mampu menggerakkan rakyatnya untuk berpartisipasi aktif dalam menata
wilayah kumuh menjadi permukiman yang nyaman. Pada masa pemerintahan R.A.A.
Martanegara (1893-1918) ini atau tepatnya pada
tanggal 21 Februari 1906, Kota Bandung sebagai ibu
kota Kabupaten Bandung berubah statusnya menjadi Gementee (Kotamadya).
R. A. A. Wiranatakoesoema V (Dalem
Haji, masa jabatan 1912-1931 dan 1935-1945) sebagai wakil Volksraad di Congres
van Prijaji-Bond (Kongres Perhimpunan Priyayi) di Surakarta tahun 1929
Periode selanjutnya Bupati Bandung
dijabat oleh Aria Wiranatakusumah V (Dalem Haji) yang menjabat selama 2
periode, pertama tahun 1912-1931 sebagai bupati yang ke-12
dan berikutnya tahun 1935-1945 sebagai bupati yang ke-14.
Pada periode tahun 1931-1935 R.T. Sumadipradja menjabat
sebagai Bupati ke-13. Selanjutnya bupati ke-15 adalah R.T.E. Suriaputra (1945-1947) dan penggantinya adalah
R.T.M. Wiranatakusumah VI alias Aom Male (1948-1956), kemudian diganti oleh R.
Apandi Wiriadipura sebagai bupati ke-17 yang dijabatnya hanya 1 tahun (1956-1957).
Bupati berikutnya adalah Letkol. R.
Memet Ardiwilaga (1960-1967). Kemudian pada masa
transisi (Orde Lama ke Orde Baru) dilanjutkan
oleh Kolonel Masturi. Pada masa Pimpinan Kolonel R.H. Lily Sumantri tercatat peristiwa
penting yaitu rencana pemindahan ibu kota Kabupaten Bandung yang semula berada
di Kotamadya Bandung ke Wilayah Hukum Kabupaten Bandung, yaitu daerah Baleendah.
Peletakan batu pertamanya pada tanggal 20 April 1974, yaitu pada saat Hari Jadi
Kabupaten Bandung yang ke-333. Rencana pemindahan ibu kota tersebut berlanjut
hingga jabatan bupati dipegang oleh Kolonel R. Sani Lupias Abdurachman (1980-1985).
Atas pertimbangan secara fisik
geografis, daerah Baleendah tidak memungkinkan untuk dijadikan sebagai ibu kota
kabupaten, maka ketika jabatan bupati dipegang oleh Kolonel H.D. Cherman
Affendi (1985-1990), ibu kota Kabupaten
Bandung pindah ke lokasi baru yaitu Kecamatan Soreang. Di tepi
Jalan Raya Soreang, tepatnya di Desa Pamekaran
inilah dibangun Pusat Pemerintahan Kabupaten Bandung seluas 24 hektare, dengan
menampilkan arsitektur khas gaya Priangan. Pembangunan perkantoran yang belum
rampung seluruhnya dilanjutkan oleh bupati berikutnya yaitu Kolonel H.U.
Djatipermana, sehingga pembangunan tersebut memerlukan waktu sejak tahun 1990 hingga 1992.
Tanggal 5 Desember 2000, Kolonel H.
Obar Sobarna, S.I.P. terpilih oleh DPRD Kabupaten Bandung menjadi Bupati
Bandung dengan didampingi oleh Drs. H. Eliyadi Agraraharja sebagai Wakil
Bupati. Sejak itu, Soreang betul-betul difungsikan menjadi pusat pemerintahan.
Pada tahun 2003 semua aparat daerah, kecuali Dinas Pekerjaan Umum, Dinas
Perhubungan, Dinas Kebersihan, Kantor BLKD, dan Kantor Diklat, sudah resmi
berkantor di kompleks perkantoran Kabupaten Bandung. Pada periode pemerintahan
Obar Sobarna, yang pertama dibangun adalah Stadion Olahraga, yakni Stadion Si Jalak
Harupat. Stadion ini merupakan stadion bertaraf internasional yang
menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung. Selain itu, berdasarkan
aspirasi masyarakat yang diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999, Kota
Administratif Cimahi berubah status menjadi
kota otonom.
Tanggal 5 Desember 2005, Obar
Sobarna menjabat Bupati Bandung untuk kali kedua didampingi oleh H. Yadi
Srimulyadi sebagai wakil bupati, melalui proses pemilihan langsung. Di masa
pemerintahan yang kedua ini, berdasarkan dinamika masyarakat dan didukung oleh
hasil penelitian dan pengkajian dari 5 perguruan tinggi, secara yuridis
terbentuklah Kabupaten Bandung
Barat bersamaan dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2007 tentang
Pembentukan Kabupaten Bandung Barat di Provinsi Jawa Barat. Ibu kota Kabupaten
Bandung Barat terletak di Kecamatan Ngamprah).
Bupati Bandung Barat masa jabatan 2008-2013 adalah Abubakar.
Gimana ? Pusing atau apa /? awkwkwkwk
Nah sekarang kita Beralih ke Pemerintahannya gan ..
Kabupaten Bandung sekarang dipimpin oleh 2 orang yang tampan dan berani ..
berikut adalah nama bupati dan wakilnya ditambah dengan foto supaya gaul dan kenal ya
H. Dadang M. Nasser (lahir di Bandung, 24 Juli 1961) adalah Bupati Bandung sejak 2010 menggantikan H.Obar Sobarna, S.Ip.. Dadang M. Nasser adalah lulusan Pendidikan S-2 Ilmu Politik.

Wakilnya:
H. Deden Rukman Rumaji (lahir di Bandung, 2 Februari 1964) adalah Wakil Bupati Bandung sejak 2010. Dia adalah lulusan Pendidikan S-2.

VISI KABUPATEN BANDUNG :
"Terwujudnya Kabupaten Bandung yang Maju, Mandiri dan Berdaya Saing, melalui Tata Kelola
Pemerintahan yang Baik dan Pemantapan Pembangunan Perdesaan, Berlandaskan Religius, Kultural dan Berwawasan Lingkungan" MISI KABUPATEN BANDUNG :
Untuk mewujudkan Visi di atas, maka
harus ditetapkan juga Misi yang harus mendapatkan perhatian seksama
dimana tugas yang diemban oleh Pemerintah Kabupaten Bandung adalah:
Bupati Bandung Dari Masa ke Masa Tahun 1846-2010
Kedudukan Sekretariat Daerah
Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung : Ir.H.Sofian Nataprawira, MP NIP.19581229 198603 1 011
Alamat Kantor :
Komplek Pemerintahan Daerah Kabupaten Bandung Jl.Raya Soreang KM 17, Bandung Telp. (022)-5892122 Email : humaspemkabbandung@yahoo.com Struktur Organisasi Sekretariat Daerah
Struktur Organisasi Sekretariat Daerah
Sekretariat
DPRD Kabupaten Bandung
Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung, dibentuk berdasarkan Peraturan
Daerah Nomor 19 Tahun 2007, tentang Pembentukan Organisasi Sekretariat
Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung. Sedangkan mengenai
tugasnya diatur oleh Peraturan Bupati Bandung Nomor 4 Tahun 2008,
tentang Rincian Tugas Pokok, Fungsi Dan Tata Kerja Sekretariat Daerah
dan Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung. Sekretariat DPRD Kabupaten
Bandung dipimpin oleh seorang Sekretaris DPRD dengan susunan organisasi
sebagai berikut :
a. Sekretaris DPRD;
b. Bagian Umum membawahi ;
• Sub Bagian Ketatausahaan.
• Sub Bagian Rumah Tangga.
• Sub Bagian Humas dan Protokol.
c. Bagian Persidangan membawahi;
• Sub Bagian Program dan Pelaporan.
• Sub Bagian Rapat dan Risalah.
• Sub Bagian Alat Kelengkapan DPRD.
d. Bagian Hukum dan Perundang-Undangan, membawahi;
• Sub Bagian Pengolahan Data, Dokumentasi dan Perpustakaan
• Sub Bagian Pengkajian dan Pengembangan Hukum.
• Sub Bagian Produk DPRD dan Perundang-Undangan.
e. Bagian Keuangan membawahi;
• Sub Bagian Anggaran.
• Sub Bagian Akuntansi.
• Sub Bagian Verifikasi - See more at:
http://www.bandungkab.go.id/arsip/2071/struktur-organisasi-sekretariat-dprd#sthash.z8lmBJBD.dpuf
Sekretariat
DPRD Kabupaten Bandung
Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung, dibentuk berdasarkan Peraturan
Daerah Nomor 19 Tahun 2007, tentang Pembentukan Organisasi Sekretariat
Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung. Sedangkan mengenai
tugasnya diatur oleh Peraturan Bupati Bandung Nomor 4 Tahun 2008,
tentang Rincian Tugas Pokok, Fungsi Dan Tata Kerja Sekretariat Daerah
dan Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung. Sekretariat DPRD Kabupaten
Bandung dipimpin oleh seorang Sekretaris DPRD dengan susunan organisasi
sebagai berikut :
a. Sekretaris DPRD;
b. Bagian Umum membawahi ;
• Sub Bagian Ketatausahaan.
• Sub Bagian Rumah Tangga.
• Sub Bagian Humas dan Protokol.
c. Bagian Persidangan membawahi;
• Sub Bagian Program dan Pelaporan.
• Sub Bagian Rapat dan Risalah.
• Sub Bagian Alat Kelengkapan DPRD.
d. Bagian Hukum dan Perundang-Undangan, membawahi;
• Sub Bagian Pengolahan Data, Dokumentasi dan Perpustakaan
• Sub Bagian Pengkajian dan Pengembangan Hukum.
• Sub Bagian Produk DPRD dan Perundang-Undangan.
e. Bagian Keuangan membawahi;
• Sub Bagian Anggaran.
• Sub Bagian Akuntansi.
• Sub Bagian Verifikasi - See more at:
http://www.bandungkab.go.id/arsip/2071/struktur-organisasi-sekretariat-dprd#sthash.z8lmBJBD.dpuf
Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung
Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung, dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor
19 Tahun 2007, tentang Pembentukan Organisasi Sekretariat Daerah dan
Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung. Sedangkan mengenai tugasnya diatur oleh
Peraturan Bupati Bandung Nomor 4 Tahun 2008, tentang Rincian Tugas Pokok,
Fungsi Dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten
Bandung. Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung dipimpin oleh seorang Sekretaris
DPRD dengan susunan organisasi sebagai berikut :
a. Sekretaris DPRD
b. Bagian
Umum membawahi
• Sub Bagian Ketatausahaan.
• Sub Bagian Rumah Tangga.
• Sub
Bagian Humas dan Protokol.
c. Bagian Persidangan membawahi
• Sub Bagian
Program dan Pelaporan
• Sub Bagian Rapat dan Risalah
• Sub Bagian Alat
Kelengkapan DPRD.
d. Bagian Hukum dan Perundang-Undangan, membawahi;
• Sub
Bagian Pengolahan Data, Dokumentasi dan Perpustakaan
• Sub Bagian Pengkajian
dan Pengembangan Hukum.
• Sub Bagian Produk DPRD dan Perundang-Undangan.
e.
Bagian Keuangan membawahi;
• Sub Bagian Anggaran.
• Sub Bagian Akuntansi.
• Sub
Bagian Verifikas | ||
ambang berbentuk perisai terbagi atas empat bagian, yaitu :
I. Bagian kanan atas berlatar kuning emas
II. Bagian melintang bergerigi
III. Pohon kina berwarna hijau dan berlatar belakang merah
Melambangkan di Kabupaten Bandung kaya akan air, baik air maupun air danau. Kabupaten Bandung di lintasi oleh sungai Citarum, sungai Cikapundung, dab sungai-sungai kecil lainnya. Kabupaten Bandung danau/situ Patengang, Situ Cileunca, Situ Lembang, Situ Ciburuy, dan danau-danau lainnya.
I. Bagian kanan atas berlatar kuning emas
Dengan gambar gunung (Gb. Tangkuban Perahu) berwarna
hijau, melambangkan bahwa Kabupaten Bandung termasyhur karena tanahnya
yang subur di daerah bergunung-gunung, dan sebagai ciri memiliki gunung
Tangkuban Perahu yang sangat terkenal dengan legenda Sangkuriang.
Merupakan bentuk bendungan kokoh kuat berwrna hitam. Melambangkan
masyarakat Kabupaten Bandung memiliki pendirian yang kokoh dan kuat,
baik secara fisik dalam membendung hawa nafsu.
III. Pohon kina berwarna hijau dan berlatar belakang merah
Melambangkan di Kabupaten Bandung kaya akan air, baik air maupun air danau. Kabupaten Bandung di lintasi oleh sungai Citarum, sungai Cikapundung, dab sungai-sungai kecil lainnya. Kabupaten Bandung danau/situ Patengang, Situ Cileunca, Situ Lembang, Situ Ciburuy, dan danau-danau lainnya.
IV. Dibawah perisai tertulis dalam pita kuning : REPEH RAPIH KERTARAHARJA
Artinya :-
REPEH : Suasana kehidupan yang aman dan tentram.
- RAPIH : Suasana kehidupan yang rukun dan tertib dalam lingkungan yang bersih,
sehat dan asri. - KERTARAHARJA : Tatanan kehidupan yang sejahtera lahir dan batin secara seimbang,
serasi adil dan merata.



0 komentar: