Biodata & Sejarah & Pemerintahan Kab. Bandung

Diposting sama :

Kelompok 1 PLH

Date:

Sabtu, 22 Agustus 2015

Hallo gan kita dari kelompok 1 PLH kelas XI IPS 3 .. kelompok ini terdiri dari

- Arthur Samuel
- Muhammad Budi Prayoga
- Muhammad Arief Wibisono
- Muhammad Eka Putra J

Di blog ini kami akan membahas seputar Kabupaten Bandung .. yang dimana ini adalah tugas dari guru kami yang bernama Bpk. Lilik


Kabupaten Bandung adalah sebuah kabupaten di Tatar Pasundan, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Soreang.


Luas
: 1.762,39 km2
Populasi
 - Total
: 3.178.543 jiwa (2010)
 - Kepadatan
: 1.803,54 jiwa/km2
Demografi
 - Bahasa
: Sunda, Indonesia
 - Kode area     telepon
: 022
Pembagian administrative
 - Kecamatan
: 31
 - Kelurahan
: 278
 - Situs web




Batas wilayah
Utara
: Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang
Selatan
: Kabupaten Garut dan Kabupaten Cianjur
Barat
: Kabupaten Cianjur
Timur
: Kabupaten Garut
 

Sebagian besar wilayah Kabupaten Bandung adalah pegunungan. Di antara puncak-puncaknya adalah: Sebelah utara terdapat Gunung Bukittunggul (2.200 m), Gunung Tangkubanperahu (2.076 m) di perbatasan dengan Kabupaten Purwakarta. (keduanya kini termasuk dalam wilayah Kabupaten Bandung Barat). Sedangkan di selatan terdapat Gunung Patuha (2.334 m), Gunung Malabar (2.321 m), serta Gunung Papandayan (2.262 m) dan Gunung Guntur (2.249 m), semuanya di perbatasan dengan Kabupaten Garut

Nah berikut lambang / logo kabupaten bandung beserta keterangan yang ada gan ..

Lambang Kabupaten Bandung 


 

Lambang berbentuk perisai terbagi atas empat bagian, yaitu :

I. Bagian kanan atas berlatar kuning emas
Dengan gambar gunung (Gb. Tangkuban Perahu) berwarna hijau, melambangkan bahwa Kabupaten Bandung termasyhur karena tanahnya yang subur di daerah bergunung-gunung, dan sebagai ciri memiliki gunung Tangkuban Perahu yang sangat terkenal dengan legenda Sangkuriang.

II. Bagian melintang bergerigi
Merupakan bentuk bendungan kokoh kuat berwrna hitam. Melambangkan masyarakat Kabupaten Bandung memiliki pendirian yang kokoh dan kuat, baik secara fisik dalam membendung hawa nafsu.

III. Pohon kina berwarna hijau dan berlatar belakang merah

Melambangkan di Kabupaten Bandung kaya akan air, baik air maupun air danau. Kabupaten Bandung di lintasi oleh sungai Citarum, sungai Cikapundung, dab sungai-sungai kecil lainnya. Kabupaten Bandung danau/situ Patengang, Situ Cileunca, Situ Lembang, Situ Ciburuy, dan danau-danau lainnya.

IV. Dibawah perisai tertulis dalam pita kuning : REPEH RAPIH KERTARAHARJA
Artinya :
  • REPEH                   :    Suasana kehidupan yang aman dan tentram.
  • RAPIH                     :  Suasana kehidupan yang rukun dan tertib dalam lingkungan yang bersih,
                                        sehat dan asri.
  • KERTARAHARJA  :  Tatanan kehidupan yang sejahtera lahir dan batin secara seimbang,
                                      serasi adil dan merata.


Nah ngomong ngomong soal sejarahnya sendiri itu panjang banget jadi kalo diringkas bisa kurang pengetahuan hehehe .. Oke kita dapet infomasai sejarah Kab.Bandung dari mastah Wikipedia 
Oke mari baca gan ...



Sejarah Kabupaten Bandung

Makam para bupati Bandung (tahun 1918)
Kabupaten Bandung lahir melalui Piagam Sultan Agung Mataram, yaitu pada tanggal 9 bulan Muharram tahun Alif atau sama dengan hari sabtu tanggal 20 April 1641 Masehi. Bupati pertamanya adalah Tumenggung Wiraangunangun (1641-1681 M). Dari bukti sejarah tersebut ditetapkan bahwa 20 April sebagai Hari Jadi Kabupaten Bandung. Jabatan bupati kemudian digantikan oleh Tumenggung Nyili salah seorang putranya. Namun Nyili tidak lama memegang jabatan tersebut karena mengikuti Sultan Banten. Jabatan bupati kemudian dilanjutkan oleh Tumenggung Ardikusumah, seorang Dalem Tenjolaya (Timbanganten) pada tahun 1681-1704.
Selanjutnya kedudukan Bupati Kabupaten Bandung dari R. Ardikusumah diserahkan kepada putranya R. Ardisuta yang diangkat tahun 1704 setelah Pemerintah Hindia Belanda mengadakan pertemuan dengan para bupati se-Priangan di Cirebon. R. Ardisuta (1704-1747) terkenal dengan nama Tumenggung Anggadiredja I setelah wafat dia sering disebut Dalem Gordah. sebagai penggantinya diangkat putra tertuanya Demang 

Hatapradja yang bergelar Anggadiredja II (1707-1747).
Pada masa Pemerintahan Anggadiredja III (1763-1794) Kabupaten Bandung disatukan dengan Timbanganten, bahkan pada tahun 1786 dia memasukkan Batulayang ke dalam pemerintahannya. Juga pada masa Pemerintahan Adipati Wiranatakusumah II (1794-1829) inilah ibu kota Kabupaten Bandung dipindahkan dari Karapyak (Dayeuhkolot) ke tepi sungai Cikapundung atau alun-alun Kota Bandung sekarang. Pemindahan ibu kota itu atas dasar perintah dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda Daendels tanggal 25 Mei 1810, dengan alasan daerah baru tersebut dinilai akan memberikan prospek yang lebih baik terhadap perkembangan wilayah tersebut.

Raden Aria Adipati Wiranatakusumah IV (masa jabatan 1846-1874) dan pengikutnya (sekitar tahun 1870)
Setelah kepala pemerintahan dipegang oleh Bupati Wiranatakusumah IV (1846-1874), ibu kota Kabupaten Bandung berkembang pesat dan dia dikenal sebagai bupati yang progresif. Dialah peletak dasar master plan Kabupaten Bandung, yang disebut Negorij Bandoeng. Tahun 1850 dia mendirikan pendopo Kabupaten Bandung dan Masjid Agung. Kemudian dia memprakarsai pembangunan Sekolah Raja (Pendidikan Guru) dan mendirikan sekolah untuk para menak (Opleiding School Voor Indische Ambtenaaren). Atas jasa-jasanya dalam membangun Kabupaten Bandung di segala bidang dia mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Hindia Belanda berupa Bintang Jasa, sehingga masyarakat menjulukinya dengan sebutan Dalem Bintang.

Di masa pemerintahan R. Adipati Kusumahdilaga, rel kereta api mulai dibangun, tepatnya tanggal 17 Mei 1884. Dengan masuknya rel kereta api ini ibu kota Bandung kian ramai. Penghuninya bukan hanya pribumi, bangsa Eropa, dan Cina pun mulai menetap di ibu kota, dampaknya perekonomian Kota Bandung semakin maju. Setelah wafat penggantinya diangkat R.A.A. Martanegara, bupati ini pun terkenal sebagai perencana kota yang jempolan. Martanegara juga dianggap mampu menggerakkan rakyatnya untuk berpartisipasi aktif dalam menata wilayah kumuh menjadi permukiman yang nyaman. Pada masa pemerintahan R.A.A. Martanegara (1893-1918) ini atau tepatnya pada tanggal 21 Februari 1906, Kota Bandung sebagai ibu kota Kabupaten Bandung berubah statusnya menjadi Gementee (Kotamadya).
R. A. A. Wiranatakoesoema V (Dalem Haji, masa jabatan 1912-1931 dan 1935-1945) sebagai wakil Volksraad di Congres van Prijaji-Bond (Kongres Perhimpunan Priyayi) di Surakarta tahun 1929
Periode selanjutnya Bupati Bandung dijabat oleh Aria Wiranatakusumah V (Dalem Haji) yang menjabat selama 2 periode, pertama tahun 1912-1931 sebagai bupati yang ke-12 dan berikutnya tahun 1935-1945 sebagai bupati yang ke-14. Pada periode tahun 1931-1935 R.T. Sumadipradja menjabat sebagai Bupati ke-13. Selanjutnya bupati ke-15 adalah R.T.E. Suriaputra (1945-1947) dan penggantinya adalah R.T.M. Wiranatakusumah VI alias Aom Male (1948-1956), kemudian diganti oleh R. Apandi Wiriadipura sebagai bupati ke-17 yang dijabatnya hanya 1 tahun (1956-1957).

Bupati berikutnya adalah Letkol. R. Memet Ardiwilaga (1960-1967). Kemudian pada masa transisi (Orde Lama ke Orde Baru) dilanjutkan oleh Kolonel Masturi. Pada masa Pimpinan Kolonel R.H. Lily Sumantri tercatat peristiwa penting yaitu rencana pemindahan ibu kota Kabupaten Bandung yang semula berada di Kotamadya Bandung ke Wilayah Hukum Kabupaten Bandung, yaitu daerah Baleendah. Peletakan batu pertamanya pada tanggal 20 April 1974, yaitu pada saat Hari Jadi Kabupaten Bandung yang ke-333. Rencana pemindahan ibu kota tersebut berlanjut hingga jabatan bupati dipegang oleh Kolonel R. Sani Lupias Abdurachman (1980-1985).

Atas pertimbangan secara fisik geografis, daerah Baleendah tidak memungkinkan untuk dijadikan sebagai ibu kota kabupaten, maka ketika jabatan bupati dipegang oleh Kolonel H.D. Cherman Affendi (1985-1990), ibu kota Kabupaten Bandung pindah ke lokasi baru yaitu Kecamatan Soreang. Di tepi Jalan Raya Soreang, tepatnya di Desa Pamekaran inilah dibangun Pusat Pemerintahan Kabupaten Bandung seluas 24 hektare, dengan menampilkan arsitektur khas gaya Priangan. Pembangunan perkantoran yang belum rampung seluruhnya dilanjutkan oleh bupati berikutnya yaitu Kolonel H.U. Djatipermana, sehingga pembangunan tersebut memerlukan waktu sejak tahun 1990 hingga 1992.

Tanggal 5 Desember 2000, Kolonel H. Obar Sobarna, S.I.P. terpilih oleh DPRD Kabupaten Bandung menjadi Bupati Bandung dengan didampingi oleh Drs. H. Eliyadi Agraraharja sebagai Wakil Bupati. Sejak itu, Soreang betul-betul difungsikan menjadi pusat pemerintahan. Pada tahun 2003 semua aparat daerah, kecuali Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, Dinas Kebersihan, Kantor BLKD, dan Kantor Diklat, sudah resmi berkantor di kompleks perkantoran Kabupaten Bandung. Pada periode pemerintahan Obar Sobarna, yang pertama dibangun adalah Stadion Olahraga, yakni Stadion Si Jalak Harupat. Stadion ini merupakan stadion bertaraf internasional yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung. Selain itu, berdasarkan aspirasi masyarakat yang diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999, Kota Administratif Cimahi berubah status menjadi kota otonom.

 Tanggal 5 Desember 2005, Obar Sobarna menjabat Bupati Bandung untuk kali kedua didampingi oleh H. Yadi Srimulyadi sebagai wakil bupati, melalui proses pemilihan langsung. Di masa pemerintahan yang kedua ini, berdasarkan dinamika masyarakat dan didukung oleh hasil penelitian dan pengkajian dari 5 perguruan tinggi, secara yuridis terbentuklah Kabupaten Bandung Barat bersamaan dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Bandung Barat di Provinsi Jawa Barat. Ibu kota Kabupaten Bandung Barat terletak di Kecamatan Ngamprah). Bupati Bandung Barat masa jabatan 2008-2013 adalah Abubakar.

Gimana ? Pusing atau apa /? awkwkwkwk

Nah sekarang kita Beralih ke Pemerintahannya gan .. 

Kabupaten Bandung sekarang dipimpin oleh 2 orang yang tampan dan berani ..
berikut adalah nama bupati dan wakilnya ditambah dengan foto supaya gaul dan kenal ya

Bupatinya :
H. Dadang M. Nasser (lahir di Bandung, 24 Juli 1961) adalah Bupati Bandung sejak 2010 menggantikan H.Obar Sobarna, S.Ip.. Dadang M. Nasser adalah lulusan Pendidikan S-2 Ilmu Politik.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/0/01/Dadang_Nasser.jpg

 
Wakilnya:
H. Deden Rukman Rumaji (lahir di Bandung, 2 Februari 1964) adalah Wakil Bupati Bandung sejak 2010. Dia adalah lulusan Pendidikan S-2.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/0/0f/Deden_Rukman_Rumaji.jpg



VISI KABUPATEN BANDUNG :

"Terwujudnya Kabupaten Bandung yang Maju, Mandiri dan Berdaya Saing, melalui Tata Kelola
Pemerintahan yang Baik dan Pemantapan Pembangunan Perdesaan, Berlandaskan Religius, Kultural dan
Berwawasan Lingkungan"

MISI KABUPATEN BANDUNG :

Untuk mewujudkan Visi di atas, maka harus ditetapkan juga Misi yang harus mendapatkan perhatian seksama dimana tugas yang diemban oleh Pemerintah Kabupaten Bandung adalah:
  1. Meningkatkan profesionalisme birokrasi;
  2. Meningkatkan kualitas SDM (pendidikan dan kesehatan) yang berlandaskan Iman dan takwa serta
  3. melestarikan budaya sunda;
  4. Memantapkan pembangunan perdesaan;
  5. Meningkatkan keamanan dan ketertiban wilayah;
  6. Meningkatkan ketersediaan infrastruktur dan keterpaduan tata ruang wilayah;
  7. Meningkatkan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing;
  8. Memulihkan keseimbangan lingkungan dan menerapkan pembangunan berkelanjutan.


Bupati Bandung Dari Masa ke Masa Tahun 1846-2010

  1. R. WIRANATAKUSUMAH IV Periode 1846-1874
  2. R.A. KUSUMAHDILAGA Periode 1874-1893
  3. R.A.A MARTANEGARA Periode 1893-1918
  4. R.H.A.A. WIRANATAKUSUMAH V Periode 1920-1931, 1935-1945
  5. R.T. HASAN SUMADIPRADJA Periode 1931-1935
  6. R.T. E. SURIAPUTRA Periode 1945-1947
  7. R.T.M. WIRANATAKUSUMAH VI Periode 1947-1956
  8. R. APANDI WIRADIPUTRA Periode 1956-1957
  9. R. MEMED ARDIWILAGA, BA. Periode 1960-1967
  10. ANUMERTA MASTURI Periode 1967-1969
  11. R.H. LILY SUMANTRI Periode 1969-1975
  12. SANI LUPIAS ABDURACHMAN Periode 1980-1985
  13. H.D. CHERMAN E. Periode 1985-1990
  14. H.U. HATTA JATIPERMANA Periode  1990-2000
  15. H. OBAR SOBARNA, S.Ip. Periode 2000-2010

Kedudukan Sekretariat Daerah

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung :
Ir.H.Sofian Nataprawira, MP
NIP.19581229 198603 1 011
 
Alamat Kantor :
Komplek Pemerintahan Daerah Kabupaten Bandung
Jl.Raya Soreang KM 17, Bandung
Telp. (022)-5892122
Email : humaspemkabbandung@yahoo.
com

Struktur Organisasi Sekretariat Daerah



Struktur Organisasi Sekretariat Daerah
Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung, dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2007, tentang Pembentukan Organisasi Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung. Sedangkan mengenai tugasnya diatur oleh Peraturan Bupati Bandung Nomor 4 Tahun 2008, tentang Rincian Tugas Pokok, Fungsi Dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung. Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung dipimpin oleh seorang Sekretaris DPRD dengan susunan organisasi sebagai berikut : a. Sekretaris DPRD; b. Bagian Umum membawahi ; • Sub Bagian Ketatausahaan. • Sub Bagian Rumah Tangga. • Sub Bagian Humas dan Protokol. c. Bagian Persidangan membawahi; • Sub Bagian Program dan Pelaporan. • Sub Bagian Rapat dan Risalah. • Sub Bagian Alat Kelengkapan DPRD. d. Bagian Hukum dan Perundang-Undangan, membawahi; • Sub Bagian Pengolahan Data, Dokumentasi dan Perpustakaan • Sub Bagian Pengkajian dan Pengembangan Hukum. • Sub Bagian Produk DPRD dan Perundang-Undangan. e. Bagian Keuangan membawahi; • Sub Bagian Anggaran. • Sub Bagian Akuntansi. • Sub Bagian Verifikasi - See more at: http://www.bandungkab.go.id/arsip/2071/struktur-organisasi-sekretariat-dprd#sthash.z8lmBJBD.dpuf

Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung, dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2007, tentang Pembentukan Organisasi Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung. Sedangkan mengenai tugasnya diatur oleh Peraturan Bupati Bandung Nomor 4 Tahun 2008, tentang Rincian Tugas Pokok, Fungsi Dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung. Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung dipimpin oleh seorang Sekretaris DPRD dengan susunan organisasi sebagai berikut : a. Sekretaris DPRD; b. Bagian Umum membawahi ; • Sub Bagian Ketatausahaan. • Sub Bagian Rumah Tangga. • Sub Bagian Humas dan Protokol. c. Bagian Persidangan membawahi; • Sub Bagian Program dan Pelaporan. • Sub Bagian Rapat dan Risalah. • Sub Bagian Alat Kelengkapan DPRD. d. Bagian Hukum dan Perundang-Undangan, membawahi; • Sub Bagian Pengolahan Data, Dokumentasi dan Perpustakaan • Sub Bagian Pengkajian dan Pengembangan Hukum. • Sub Bagian Produk DPRD dan Perundang-Undangan. e. Bagian Keuangan membawahi; • Sub Bagian Anggaran. • Sub Bagian Akuntansi. • Sub Bagian Verifikasi - See more at: http://www.bandungkab.go.id/arsip/2071/struktur-organisasi-sekretariat-dprd#sthash.z8lmBJBD.dpuf

 


Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung, dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2007, tentang Pembentukan Organisasi Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung. Sedangkan mengenai tugasnya diatur oleh Peraturan Bupati Bandung Nomor 4 Tahun 2008, tentang Rincian Tugas Pokok, Fungsi Dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung. Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung dipimpin oleh seorang Sekretaris DPRD dengan susunan organisasi sebagai berikut :

a. Sekretaris DPRD
b. Bagian Umum membawahi  
• Sub Bagian Ketatausahaan. 
• Sub Bagian Rumah Tangga.
• Sub Bagian Humas dan Protokol.

c. Bagian Persidangan membawahi
 • Sub Bagian Program dan Pelaporan
 • Sub Bagian Rapat dan Risalah
 • Sub Bagian Alat Kelengkapan DPRD. 
d. Bagian Hukum dan Perundang-Undangan, membawahi;
 • Sub Bagian Pengolahan Data, Dokumentasi dan Perpustakaan
 • Sub Bagian Pengkajian dan Pengembangan Hukum.
 • Sub Bagian Produk DPRD dan Perundang-Undangan.
 e. Bagian Keuangan membawahi;
 • Sub Bagian Anggaran. 
 • Sub Bagian Akuntansi.
 • Sub Bagian Verifikas


ambang berbentuk perisai terbagi atas empat bagian, yaitu :

I. Bagian kanan atas berlatar kuning emas
Dengan gambar gunung (Gb. Tangkuban Perahu) berwarna hijau, melambangkan bahwa Kabupaten Bandung termasyhur karena tanahnya yang subur di daerah bergunung-gunung, dan sebagai ciri memiliki gunung Tangkuban Perahu yang sangat terkenal dengan legenda Sangkuriang.

II. Bagian melintang bergerigi
Merupakan bentuk bendungan kokoh kuat berwrna hitam. Melambangkan masyarakat Kabupaten Bandung memiliki pendirian yang kokoh dan kuat, baik secara fisik dalam membendung hawa nafsu.

III. Pohon kina berwarna hijau dan berlatar belakang merah

Melambangkan di Kabupaten Bandung kaya akan air, baik air maupun air danau. Kabupaten Bandung di lintasi oleh sungai Citarum, sungai Cikapundung, dab sungai-sungai kecil lainnya. Kabupaten Bandung danau/situ Patengang, Situ Cileunca, Situ Lembang, Situ Ciburuy, dan danau-danau lainnya.

IV. Dibawah perisai tertulis dalam pita kuning : REPEH RAPIH KERTARAHARJA
Artinya :
  • REPEH                   : Suasana kehidupan yang aman dan tentram.
  • RAPIH                     : Suasana kehidupan yang rukun dan tertib dalam lingkungan yang bersih,
                                      sehat dan asri.
  • KERTARAHARJA  : Tatanan kehidupan yang sejahtera lahir dan batin secara seimbang,
                                     serasi adil dan merata.
- See more at: http://www.bandungkab.go.id/arsip/17/lambang-&-arti#sthash.JLbKzsu8.dpuf

0 komentar:

Copyright © 2015 Kelompok 1 PLH Blog | KELOMPOK 1 PLH XI IPS 3|Didukung Sama Kamu :* | Designed by MeongBudiXV dan Eka