Sosial , Budaya , Pariwisata , Kesenian Kabupaten Bandung

Diposting sama :

Kelompok 1 PLH

Date:

Minggu, 23 Agustus 2015

Perkembangan dan hasil Pembangunan di Kabupaten Bandung secara umum dapat dilihat dari beberapa indikator makro, yaitu Indikator Macro ekonomi dan Indikator Makro Sosial Budaya, yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan indeks pembangunan Manusia (IPM). Berikut uraian mengenai estimasi perhitungan kedua indikator tersebut: 

Indikator Makro Sosial & Budaya 

Indikator Makro Sosial yang dijadikan penilaian keberhasilan pembangunan terdiri atas indikator makro sosial yang berasal dari Komponen Kesehatan, Komponen Pendidikan dan Komponen Agama. Indikator makro sosial masyarakat Kabupaten Bandung tahun 2008 adalah sebagai berikut: 

1. Sosial 

    Laju pertumbuhan penduduk : 2,93% 
    Angka Harapan Hidup (AHH) : 68,42  tahun 
    Angka Kematian Bayi (AKB) : 37,36 
    Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) : 52,84% 
    Rasio Ketergantungan : 52,48% 
    Angka Melek Huruf (AMH) : 98,84% 

2. Budaya 

    Masyarakat Kabupaten Bandung sebagian besar merupakan masyarakat suku sunda dengan aneka 
    khazanah kebudayaan yang dimilikinya.  
    Pluralitas yang terjadi di beberapa wilayah perkotaan dapat diterima oleh masyarakat serta hidup 
    berdampingan secara rukun dan damai. 

3. Hankam 

    Di Kabupaten Bandung terdapat beberapa instansi militer dan polisi baik pusat pendidikan maupun kesatuan 
    Terdapat KODIM sebagai Komando teritorial TNI, yaitu KODIM 0609 Bandung 
    Penanganan Kamtibmas di Wilayah Hukum Kabupaten Bandung dilaksanakan oleh Polres Soreang. 

4. Agama 

    Kehidupan beragama berjalan kondusif. Kerjasama antar umat beragama diwujudkan dalam forum 
    kerukunan umat beragama. Komposisi penduduk menurut agama & sarana peribadatan: 

    Islam : 3.983.409 orang, masjid : 5.664 buah, mushola : 8.181 buah 
    Kristen : 26.831 orang, Gereja Kristen : 7 buah 
    Katolik : 39.609 orang, Gereja Katolik : 40 buah 
    Hindu : 4.806 orang, Pura : 1 buah 
    Budha : 5.009 orang, Vihara : 1 buah 
    Konghucu : nihil

POTENSI WISATA & BUDAYA DI KABUPATEN BANDUNG 
Budaya :

-Rumah adat cikondang

Kampung Cikondang secara administratif terletak di dalam wilayah Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Kampung Cikondang ini berbatasan dengan Desa Cikalong dan Desa Cipinang (Kecamatan Cimaung) di sebelah utara, dengan Desa Pulosari di sebelah selatan, dengan desa Tribakti Mulya di sebelah Timur, serta di sebelah barat berbatasan dengan desa Sukamaju

-Candi Bojongmenja

 Candi Bojongmenje atau yang lebih dikenal dengan Situs Rancaekek, merupakan komplek purbakala yang diduga merupakan peninggalan masa pra-Islam di Jawa Barat yang terletak di Dusun Bojongmenje, Kalurahan Cangkuang, Kecamatan RancaekekBandungJawa Barat. Situs ini terletak di dekat kawasan industri sehingga keberadaannya terancam

-Topeng Benjang


Seni Tari Topeng Benjang merupakan perkembangan dari seni Benjang, seni Benjang itu pun sudah dikenal oleh masyarakat Ujungberung sejak akhir abad ke-19. Sedangkan seni tari Topeng Benjang telah lahir diperkirakan tahun 1940-an,  Benjang Gulat/Gelut diperkirakan tahun 1923, dan Benjang Helaran tahun 1938. Dari ke tiga bentuk seni ini, yang paling memprihatinkan keadannya hingga saat ini adalah seni pertunjukan tari Topeng Benjang. Dan seni Topeng Benjang ini sudah tidak di pergelarkan lagi sejak pertengahan tahun 1970-an.


-Calung

 Calung adalah alat musik Sunda yang merupakan prototipe (purwarupa) dari angklung. Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan, cara menabuh calung adalah dengan memukul batang (wilahan, bilah) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la). Jenis bambu untuk pembuatan calung kebanyakan dariawi wulung (bambu hitam), namun ada pula yang dibuat dari awi temen (bambu yang berwarna putih).
Pengertian calung selain sebagai alat musik juga melekat dengan sebutan seni pertunjukan. Ada dua bentuk calung Sunda yang dikenal, yakni calung rantay dan calung jinjing

-Jaipongan

Jaipongan terlahir melalui proses kreatif dari tangan dingin H Suanda sekitar tahun 1976 di Karawang, jaipongan merupakan garapan yang menggabungkan beberapa elemen seni tradisi karawang seperti pencak silat, wayang golek, topeng banjet, ketuk tilu dan lain-lain 
  

-Upacara Wuku Tahun



Wuku Tahun dilaksanakan setiap tanggal 1-14 Muharam (tahun baru Islam).
Wuku Taun berasal dari kata buku yang bermakna membuka lembaran tahun baru (Islam) dan menutup tahun lalu. Tujuan upacara ini adalah untuk memohon perlindungan dari Allah Swt dan leluhur kampung, tolak bala, serta memohon keselamatan dan melestarikan tradisi gotong royong. Upacara ini dipusatkan di Bumi adat dengan doa bersama dipimpin oleh kuncen



-Pencak Cikalong

Pencak Cikalong merupakan hasil karya R.H. Ibrahim, turunan ke-9 Dalem Cikundul, Majalaya Kecamatan Cikalong Kulon. R.H. Ibrahim lahir pada tahun 1816, keahlian Pencak Silatnya didapatkan dari leluhumya. Gerak Pencak Cikalong ini, memiliki banyak gerak tangan di atas dengan sikap tertutup, hal ini memiliki kelebihan sukar untuk di jamah tangan lawan. Selain itu pukulan dan bantingan sangat di pentingkan dalam Pencak aliran Cikalong. Keistimewaannya Pencak Cikalong yaitu mengikuti serangan lawan. Maksudnya untuk menghilangkan keseimbangan lawan, sampai lawan itu terjatuh. Umpamanya, pukulan penyerang bukan di tahan (di takis) melainkan di ikuti, sehingga bobot tenaga menjadi bertambah. 




Makanan Khas :

-Karedok


Karedok atau keredok adalah salah satu makanan khas Sunda di Indonesia. Karedok dibuat dengan bahan-bahan sayuran mentah antara lain; mentimun, taoge, kol, kacang panjang, daun kemangi, dan terong. Sedangkan sausnya adalah bumbu kacang yang dibuat 
dari cabai merah, bawang putih, kencur, kacang tanah, air asam, gula jawa, garam, dan terasi.

-Batagor


Batagor (akronim dari bakso tahu goreng) adalah makanan tradisional khas Jawa Barat yang dibuat dari tahu berbalut tepung lalu digoreng

-Mie kocok bandung


Mie Kocok adalah makanan berbahan dasar mie kuning dan tauge, yang diberi kuah panas dari kaldu kaki sapi yang berasa lemaknya dan diberi toping potongan kaskus kecil. Rasanya panas dan segar, dan kalau anda pencinta pedas tinggal tambahkan sambel yang akan membuat lidah dan dahi kita berkeringat.

-Colenak


Colenak adalah singkatan dicocol enak (bahasa sunda),merupakan makanan yang dibuat dari peuyeum (tape singkong) yang dibakar kemudian disajikan dengan saus yang terbuat dari parutan kelapa dan gula merah. Makanan khas Bandung yang masih bertahan meski saat ini agak jarang yang menjualnya. Karena kandungan gula di dalam tape maka tape tersebut mudah gosong, meski ini adalah bagian yang terenak bagi beberapa orang.

-Lotek


Lotek hampir sama dengan pecel, yakni makanan berupa rebusan sayuran segar yang disiram dressing berupa sambal dicampur bumbu kacang. Keunikannya, sebagai bahan sambal di samping kacang seringkali ditambahkan tempe dan dalam bumbunya ditambahkan terasi, gula merah, dan bawang putih. Secara umum, lotek terasa lebih manis daripada pecel. Selain itu, kalau sambal pecel bumbu sudah dicampur sebelumnya, untuk lotek bumbu baru ditambahkan ketika akan dihidangkan. Lotek dapat disajikan dengan lontong atau nasi hangat, disertai dengan kerupuk dan bawang goreng



Suku :

 Suku Sunda


Suku Sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulauJawa, Indonesia, dengan istilah Tatar Pasundan yang mencakup wilayah administrasi provinsi Jawa Barat, bukan di jawabarat saja melainkan Banten, Jakarta, Lampung dan wilayah barat Jawa Tengah (Banyumasan). Suku Sunda merupakan etnis kedua terbesar di Indonesia . Suku Sunda merupakan  17,8% penduduk Indonesia merupakan orang Sunda. Mayoritas orang Sunda beragama Islam, akan tetapi ada juga sebagian kecil yang beragama Kristen, Hindu, dan Sunda Wiwitan (Jati Sunda) etnis kedua terbesar di Indonesia 

Wisata :

Air Terjun Sindulang


Air terjun ini ada di Desa Tanjungwangi Kecamatan Cicalengka  Kab. Bandung. Jarak tempuh 8 km dari jalan .. seger dah gan

Kawah Putih


Di temukan oleh seorang Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghun pada tahun 1837, yang juga seorang pengusaha perkebunan 

Cimanggu Hot Spring Water


Kolam pemandian air panas Cimanggu berada pada ketinggian kurang lebih 1.100 m dpl yang di sekitarnya terdapat hamparan 

Ranca Upas


Obyek wana wisata Bumi Perkemahan Ranca Upas memiliki area seluas 215 ha memiliki kekayaan alam perbukitan serta hutan.

Pemandian Air Panas Walini


Bandung selatan selain terkenal dengan perkebunan teh-nya dan juga terdapat pemandian air panas, Seperti halnya Cimanggu, Walini.

Kawah Cibuni


Kawah Cibuni yang terletak di kaki Gunung Patuha temasuk di dalam kawasan Perkebunan Rancabali, afdeeling Rancabali II. 


Situ Patengan


Situ Patengan memiliki total luas cagar alamnya sekitar 123.077,15 hektar dengan luas danaunya 

Arung Jeram Sungai Cisangkuy


ARUNG JERAM  Sungai Cisangkuy terletak di Desa Lamjang Kec. Pangalengan. 

Cibolang Hot Spring Water


Cibolang dengan luas 2 Ha terletak di RPH Wayang Windu, BKPH Pangalengan, KPH Bandung Selatan. Yang secara administratif 

Pangalengan

Ingin berwisata yang mempunyai keindahan alam serta berhawa sejuk? Pangalengan adalah tempatnya. 

Situ Cileunca


Menurut sejarah Situ Cileunca merupakan kawasan pribadi seorang warga Belanda bernama Kuhlan yang dulu menetap di Pangalengan.

0 komentar:

Copyright © 2015 Kelompok 1 PLH Blog | KELOMPOK 1 PLH XI IPS 3|Didukung Sama Kamu :* | Designed by MeongBudiXV dan Eka